Buang sampah ke sungai jadi perhatian Pemkot

Bandarlampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung mengimbau warga kota Tapis Berseri ini tidak lagi membuang sampah ke bantaran sungai untuk mengurangi luapan air ketika hujan turun.

“Masyarakat sekitar bantaran sungai harus tetap waspada memasuki puncak musim hujan, dan meminta untuk mengurangi pembuangan sampah ke sungai-sungai sekitarnya,” kata M Rizki, Sekretaris BPBD Bandarlampung, saat dihubungi di Bandarlampung, Senin.

Menurutnya, saat memasuki musim penghujan masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah di bantaran sungai, baik warga yang berada di hulu maupun di bantaran sungai sendiri, karena akan menambah intensitas luapan air yang menyebabkan banjir.

Ia juga mengatakan pihaknya selalu siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi terjadi bencana alam kemungkinan terjadi di Kota Bandarlampung, baik banjir atau bencana alam yang lainnya.

“Kami sudah siapkan personel sebanyak 130 orang dalam sehari bersiaga,” ujarnya lagi.

Rizki menjelaskan bahwa personel siaga bencana itu dibagi menjadi dua peleton, dengan setiap peleton terdiri hingga 65 personel peleton siaga dan 65 personel cadangan.

Dia juga menyebutkan bahwa sarana dan prasarana juga telah disiapkam secara maksimal, seperti 20 mobil terbagi menjadi 15 mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 5 mobil pertolongan darurat (rescue), serta mesin apung 12 unit, lalu 5 unit perahu karet.

Dia juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyediakan nomor telepon tanggap darurat yang berada di pos kecamatan dan pos BPBD, untuk segera menanggapi semua laporan masyarakat.

“Silakan masyarakat hubungi nomor-nomor yang sudah tersedia, kami siap 24 jam menanggapi dan menindaklanjuti laporan warga di sini,” katanya pula. (Ant)